Ini tren Perjalan Wisata Selama 2020 Menurut Forbes

Tren perjalanan wisata selama beberapa tahun terakhir telah mencakup perjalanan imersif, perjalanan berkelanjutan, perjalanan multigenerasional, dan lompatan perjalanan antar generasi.

Tahun mendatang, kita dapat mengharapkan tren perjalanan yang berbeda akan muncul. Untuk brand perjalanan, termasuk hotel, penyedia tur dan maskapai penerbangan, berharap melihat tren yang sesuai untuk mereka. Berikut delapan tren perjalanan yang diprediksi untuk tahun depan yang bsia dijadikan preferensi perjalanan Anda menurut Forbes.

Negara yang ‘berdekatan’

Menurut jaringan perjalanan mewah Virtuoso, wisata ke negara yang ‘berdekatan’ secara geografis semakin populer di kalangan pelancong. Jadi, alih-alih mengunjungi dua negara yang cukup dekat secara geografis, seorang pelancong mungkin memesan perjalanan ke lokasi pegunungan sebelum pindah ke lokasi tepi laut. Selain itu, mereka mungkin juga menghabiskan setengah perjalanan mereka di pusat kota, sebelum pindah ke tempat yang lebih alami dan jauh.

Perjalanan kereta api

Di sepanjang jalur yang sama, karena semakin banyak pelancong memilih untuk naik kereta api daripada perjalanan dengan pesawat, mereka masih mencari pengalaman kelas satu dan bisnis. Hanya karena mereka memilih untuk mengurangi jejak karbon dari pesawat bukan berarti mereka ingin menurunkan standar mereka dengan cara apa pun.

Karena itu, perjalanan kereta mewah tercatat mengalami peningkatan popularitas baik di Eropa maupun di Amerika Utara karena menawarkan pengalaman bintang 5, akomodasi mewah, hiburan kelas satu, dan pemandangan indah.

Perjalanan singkat

Banyak orang yang ingin bepergian, tetapi mereka tak punya waktu libur . Banyak juga orang yang ingin traveling ke banyak tujuan, namun waktu mereka terbatas. Tantangannya adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, dengan waktu terbatas dan terkadang uang tunai terbatas?

Perjalanan singkat adalah jawaban tren untuk masalah ini. Daripada berlibur sekali per tahun, selama sepuluh hari atau dua minggu, mereka lebih suka pergi selama dua atau tiga, tapi frekuensinya jalan-jalan lebih sering.

Perjalanan dengan hewan peliharaan

Bukan rahasia lagi jika kalangan milenium dan generasi muda mencintai hewan peliharaan mereka. Dan seperti orang tua yang ingin bawa anak-anak mereka berlibur, generasi ini juga ingin membawa hewan peliharaan mereka berlibur.

Pemilik hewan peliharaan ingin agar hewan peliharaan mereka dirawat dengan tepat. Termasuk fasilitas hewan peliharaan khusus di hotel, banyak kegiatan ramah hewan peliharaan, restoran di tujuan mereka dan perawatan hewan peliharaan yang baik selama penerbangan.

Ramah untuk Kalangan vegan

Karena semakin banyak orang menjadi vegan, mereka menuntut agar penyedia perjalanan memenuhi kebutuhan mereka. Selain meningkatnya restoran ramah vegan, kelompok vegan juga ingin melihat lebih banyak hotel yang ramah vegan, tanpa produk hewani di kamar tamu – dan ini tidak hanya terbatas pada kulit hewan saja. Melainkan selimut wol, sutera, dan bulu harus diganti untuk alternatif yang lebih baik.

Kapal pesiar mewah diminati

Tren berwisata dnegan kapal pesiar mewah juga dianggap semakin diminati. Misalkan saja brand mewah Virgin yang melakukan pelayaran ke laut lepas tahun depan. Kedatangannya sangat dinanti oleh para wisatawan. Mereka menunggu Virgin Voyages untuk mengungkap apa yang tersedia untuk para pelancong karena brand ini ini mengisyaratkan beberapa perubahan besar pada pengalaman jelajah yang khas. Desain hipster, kebijakan khusus dewasa, salon tato di atas, dan makan vegan yang ditampilkan di Virgin Voyages dapat menarik minat generasi dan tipe pelancong baru dalam perjalanan, serta mendorong jalur pelayaran lain untuk mengubah penawaran mereka.

Tidak ingin berlebihan

Beberapa pelancong mengurangi pengalaman perjalanan ultra-luxe yang terkadang terlalu berlebihan menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Misalkan ‘perjalanan spartan’ yang berarti melepaskan semua embel-embel perjalanan tradisional, termasuk teknologi yang nyaman, dengan imbalan cara hidup yang lebih sederhana. Lalu akomodasi minimal, membawa barang sesedikit mungkin untuk perjalanan yang lebih simple.